Monologue

Aduhai, aku tidak bisa berkata-kata. Padahal kata-kata adalah hal sehari-hari yang biasa kita gunakan untuk mengungkapkan sesuatu.

Aku tidak pernah menyangka ini. Semua, tentang semuanya. Dari jutaan planet, ribuan galaksi, dan hal lain yang tak aku mengerti mengenai ilmu Astronomi. Aku bisa lahir dan besar pada dunia sangat mempesona. Aku lahir dan besar di tempat yang tidak terduga. Setidaknya begitu pikirku

Setiap pagi aku bisa merasa, sekaligus melihat rumput dan diselimuti embun. Betapa romantisnya embun. Kutelanjangi tubuhku... pada bagian kaki tentunya, dan menapaki petak demi petak tanah yang dingin dan sejuk.

Baik, baiklah… jika hal ini menurutmu terlalu sederhana, biar ku buat rumit sekaligus. Aku tidak pernah menyangka ini. Semua, tentang semuanya, dari jutaan planet, ribuan galaksi, dan hal lain yang tak aku mengerti mengenai ilmu Astronomi. aku bisa lahir dan besar pada dunia sangat mempesona. aku lahir dan besar di tempat yang tidak terduga. 

Jika aku bisa mengambil kuas dan melukis gunung-gunung serta burung-burung yang beterbangan di atasnya… tentu tak akan bisa ku lakukan. Tidak cukup bagi otakku untuk menyimpan berjuta-juta… bermega-mega… pixel… yang ditangkap oleh lensa terbaik di dunia, mataku.

Dan.. dibalik dunia indah nan megah ini, kehidupan berjalan dengan tidak semestinya. Film dan buku dan memoar hanya mengisahkan sedikit saja dari apa yang sebenarnya sedang terjadi. Nah, kau jadi penasaran, kan? Aku anjurkan padamu agar gemar mengamati orang-orang di sekeliling dirimu saja. Banyak di antara mereka bersembunyi dari diri sendiri yang sebenarnya.

Comments

Popular Posts