ДАЛЕКО ТЕАТР : Bayi yang Lahir Prematur
Mendengar bahasa Rusia sepertinya sungguh asing di Indonesia. Walaupun masuk 3 besar bahasa yang paling sering digunakan di internet, huruf kiril sendiri masih kalah pamor dari hijaiyah di Indonesia. Senasib dengan kiril, sepertinya produk-produk berdarah Rusia lain tidak begitu laku di Indonesia walaupun banyak dituturkan bahwa Presiden pertama kita memiliki kedekatan yang cukup erat dengan Negara Tirai Besi tersebut. Senada minor dengan kiril dan produk-produk lainnya, kita bergeser sedikit ke arah akademik, tampaknya program studi yang berbau Rusia pun kurang diminati sekarang ini. Dibuktikan dengan sedikitnya daya tampung program studi Sastra Rusia UI dibanding program lain. Bahkan, kalah dari mereka yang mempelajari masa lalu, berkhayal dan hanya menggali-gali. Di antara prodi sastra UI sendiri, Rusia tidak masuk kedalam 3 prodi unggulan, atau malah, mengisi satu diantara tiga pos terbawah klasemen. Tapi dibalik itu, Rusia sendiri menyimpan seribu satu kejutan didalamnya. Salah satunya adalah mata kuliahnya sendiri. Kajian Drama Rusia, adalah mata kuliah yang entah ada dari kapan dan membuat saya bertanya apakah ini masih relevan?. Di Rusia sendiri, Teater tentulah sebegitu digemarinya, Moskow tentu menjadi surga para penikmat sejati teater dengan Konstantin Stanislavsky sebagai nabinya. Tapi di Indonesia? apakah Teater semenarik itu? jawabannya adalah TENTU SAJA! teater tradisional macam wayang kulit, wayang wong, ludruk , lenong, randai, drama gong, arja, ubrug, ketoprak, dan sebagainya telah merajai tanah jawa dari masa silam. Bahkan untuk teater modern sendiri banyak nama-nama teater jempolan yang telah melambungkan namanya dari sebelum tahun 90-an. Pondasi teater modern indonesia telah diletakkan oleh nama-nama seperti Teguh Karya, Nano Riantiarno, Putu Wijaya, Iswadi Pratama, Rendra dan banyak lagi.
Di Rusia UI sendiri, mata kuliah Kajian Drama Rusia telah melahirkan banyak pertunjukan yang mengadaptasi tulisan terkenal dan dikemas dengan cukup baik, menurut saya. Sebut saja Lolita (2017), Ratu Sekop (2018), Bangsal No.6 (2019). Dan setelah absen pada 2020, tampaknya Kajian Drama Rusia UI akan langsung menggebrak dengan dua penampilan sekaligus yang dikemas dalam sebuah Festival dengan waktu kurang dari sehari. Tidak seperti Festival kebanyakan, tapi boleh dilihat melihat dua penampilan ini sebagai suksesor dari teater-teater sebelumnya. Akan ada dua nama besar yaitu РИСКОВЫЙ ТЕАТР dan ДАЛЕКО ТЕАТР. Nama pertama maju dengan Parasit, sebuah penampilan yang diadaptasi dari karya Leo Tolstoy 'The Cause of It All'. Sedang nama kedua, melangkah dengan ДАЛЕКО ТЕАТР, adaptasi dari karya Lyudmila Petrushevskaya. Adalah sebuah perjudian bagi Daleko Teatr, karena dibanding tetangga atau pendahulu-pendahulunya, Lyudmila Petrushevskaya tidaklah sebesar mereka (tanpa maksud tidak menghormati pembuat trilogi There Once Lived). Di sisi lain, produksi teater ini sendiri akan menjadi sebuah tantangan bagi seisi kelas karena tampaknya untuk anak muda kota zaman sekarang Dingdong Disko, Beerbro, Camden, Dirty Laundry, Duck Down dan teman-temannya lebih menarik untuk disambangi ketimbang auditorium gedung 9 FIB UI. Apalagi di situasi pandemi seperti ini sepertinya penampilan kedua teater ini akan berbentuk digital. Tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Daleko Teatr, tapi kepercayaan diberikan untuk sebuah realisasi, bukan hanya fantasi.
[ДАЛЕКО ТЕАТP, I S O L A S I]
«Кто угодно, пожалуйста, откройте! Я так голоден ...»
"Siapapun tolong buka! Aku sangat lapar..."
Saksikanlah pementasan drama adaptasi karya Lyudmila Petrushevskaya oleh Kelas Kajian Drama Rusia B yang penuh dengan kejutan!
PENASARAN DENGAN KISAHNYA?
Saksikan pementasan kami, pada:
📆 : Sabtu, 09 Januari 2021
🕰️ : 20.00 — Selesai
📍 : Via Zoom dan Live YouTube
🎫 TERBUKA UNTUK UMUM 🎫
Pantau terus lini masa kami dan jangan sampai ketinggalan!
@kadramrusia_ui
#KadramIsolasi #TeaterKelasBRusiaUI2020 #HarusTetapSterilKATANYA #ДалекоТеатр
____________________
Narahubung:
mhswrkirana (Line) / 08567885069

Comments
Post a Comment